4 Tip Mudah Melindungi Bisnis dari Label Spam di Dunia Maya

Menghadapi kendala di dunia bisnis online memang sama sulitnya dengan usaha offline. Apalagi kini kejahatan siber menyebar begitu cepat dan dilakukan dengan berbagai metode yang sulit dilacak oleh pihak berwajib. Entah sudah ada berapa akun media sosial, website, maupun blog bisnis yang hilang di ranah dunia maya karena kasus tersebut, salah satunya gara-gara dianggap spam. Kejadian tersebut tentunya mengundang kerugian besar bagi pebisnis dan mereka harus mengawalinya dari awal.

Bukan hanya para pebisnis, konsumen yang sudah menjadi pelanggan tetap pun akan kesulitan untuk mengakses blog, website, maupun media sosial yang disalahartikan sebagai spam. Ada yang masih mau menunggu sampai kembali, tapi ada juga yang langsung mencari tempat lain. Kehilangan pelanggan dalam jumlah besar pastinya akan sangat merugikan pengusaha.

Maka dari itu, penting bagi Anda—selaku pengusaha di dunia bisnis online—untuk mengantisipasi hal atau serangan-serangan tersebut. Spam merupakan penyalahgunaan terhadap sistem pengiriman berita elektronik yang menayangkan iklan dan kebutuhan lainnya yang menimbulkan ketidaknyamanan kepada pengunjung. Spam biasanya muncul dalam jumlah dan frekuensi yang cukup tinggi. Salah satu contoh yang bisa Anda lihat adalah iklan-iklan yang bermunculan di kolom komentar Instagram artis atau akun dengan followers yang banyak.

Anda tentunya tidak mau akun media sosial, website, dan blog bisnis Anda diidentifikasi sebagai spam bukan? Maka dari itu, segera lakukan tindakan pencegahan berikut ini.

  1. Tidak mengirimkan email pemasaran seperti newsletter terlalu sering dan berlebihan kepada konsumen. Langkah tersebut selain memunculkan rasa terganggu juga akan menjadi kendala di dunia bisnis online, khususnya bagi usaha Anda sendiri. Jika dilakukan terus menerus, para pelanggan akan melaporkan email pemasaran Anda sebagai spam dan hanya butuh waktu yang tak lama sampai bisnis Anda mendapat label sebagai spam;
  2. Jangan melakukan langkah copy-paste atau plagiarisme di ranah online! Selain mendapatkan tuntutan hukum dari pihak bersangkutan, jejaring sosial atau website yang menampilkan konten plagiat yang terlalu banyak akan dilabeli pula sebagai spam. Maka dari itu pebisnis harus punya keterampilan dalam membuat konten supaya pelanggan percaya dan pastinya terhindar dari kasus plagiarisme yang membahayakan bisnis;
  3. Seperti yang telah disebutkan, kolom komentar adalah sasaran empuk para spammers yang mengganggu bisnis Anda. Sebagian dari mereka bahkan tak sungkan mencantumkan tautan yang sangat berbahaya kalau Anda klik. Untuk mencegahnya dan menghindari akun Anda dari tindakan kejahatan, aktifkan fitur filter sesuai jejaring sosial yang Anda pakai. Komentar dari para spammers biasanya akan langsung terjaring dan masuk ke kotak Spam;
  4. Jalur pintas yang ilegal juga akan meningkatkan peluang pelabelan spam terhadap akun sosial maupun website yang Anda kelola. Banyak pebisnis yang menghalalkan segala cara supaya trafik di blog mereka naik drastis. Namun, perlu Anda ketahui, sekecil apa pun tindakan aneh dan mencurigakan yang dilakukan di dunia maya akan tetap terdeteksi mesin pencari seperti Google dan mereka akan segera menyasar jejaring sosial Anda untuk dilabeli sebagai spam.

Memang ada baiknya untuk menjalankan bisnis dengan etika yang benar. Untuk memperoleh materi dan panduan berbisnis online yang tepat, Anda dapat mengakses website http://elroiy.com/suksesbisnisplr. Di sana, Anda dapat mempelajari hal-hal seputar usaha yang mengandalkan media sosial hingga cara menghadapi kendala di dunia bisnis online dengan benar.